Kamis, 16 Oktober 2008

Bunga itu layu dan Mati

. Kamis, 16 Oktober 2008 .


"dan orang-orang yang memakan Riba Tidak dapat Berdiri melainkan seperti berdirinya orang-orang yang kemasukan setan karena gila. yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan Riba. Padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. barangsiapa mendapat peringatan dari tuhannyya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya terserah pada Allah. barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka. mereka kekal di dalamnya"(Al Baqarah:275)


Kaum Kapitalis dengan congkak menikmati "manisnya" Riba dan memuja iblis kapitalisme. "Rasa Manis" tersebut melupakan bahkan mematikan sel-sel kemanusiaan mereka demi sebuah cita rasa dengan taste berbeda mengeruk harta dunia dalam alam fatamorgana bunga (interest). Namun, saat ini terseok-seok, tertatih, memaksakan diri untuk tetap menikmati manisnya "bunga" yang pada akhirnya Mati.

Setiap Moment penting memiliki Isyarah (tanda) hatta Kiamatpun memiliki Isyarah namun tak diketahui kapan pastinya moment itu terjadi. begitupun dengan kejatuhan KAPITALISME, tanda-tanda itu telah tampak nyata sang Kapitalisme akan mengikuti jejak saudaranya, Sosialisme menuju alam kuburnya.Krisis keuangan Global telah berulang setelah 10 tahun berlalu (krisis moneter 1998), kapitalis tak mampu berdiri sebagaimana berdirinya sang ksatria menghadang musuh. Gontai, lemah, terseok bak orang kesetanan menjadi ayat kauniyah mempertegas ayat QouliyyahNya.

Tanda-tanda tersebut sekaligus sebagai awal Kebagkitan Ekonomi syariah, Ekonomi wasathon, jalan tengah menjawab permasalahan manusia. wallahu'alam

0 komentar: